Kecewa :’-(

May 3rd, 2007 by nyoba

Udh lama bgt ga mampir ke blog jadi2an ini… itu artinya gw udh lama ga sedih..

Tp kenapa sekarang gw mampir lagi?!? itu artinya gw sekarang lagi sedih..

gmn ga sedih adek cewek gw mabok lage.. tepatnya mungkin bukan adek..

cm seorang sahabat yg udh gw anggep kyk adek.. ya, istilahnya adek ketemu gede..

gw pikir dia udh nyesel sejak kejadian yg ‘itu’. Tp nyatanya ga tuh..

td siang gw tanyain dia dr mn, dengan nyantenya dia jawab, "aq ga kmn2 yo, aq semalem jackpot."..

fiuh(-_-), marah sich enggak, cm kecewa aja.. yg bikin tambah kecewa lagi,

dia jwb dengan nyantenya tanpa ada perasaan bersalah sama sekali.. pengen rasanya cuek aja dengan ini..

tp ga bisa, gw udh terlalu care ma dia, udh gw anggep kyk adek beneran..

gw mo ngingetin, takut ntar dikira kebanyakan ngatur, gw diemin, ntar malah kejadian kemarin kejadian lagi…

Dua Keinginana

February 23rd, 2007 by nyoba

Di keheningan malam, Sang Maut turun atas hadrat Tuhan menuju ke
bumi. Ia terbang melayang-layang di atas sebuah kota dan mengamati
seluruh penghuni dengan tatapan matanya. Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang
melayang-layang dengan sayap-sayap mereka, dan orang-orang yang terlena
di dalam kekuasaan Sang Lelap.

Ketika rembulan tersungkur di kaki langit, dan kota itu berubah
warna menjadi hitam kepekatan, Sang Maut berjalan dengan langkah tenang
di celah-celah kediaman - berhati-hati tidak menyentuh apa-apa pun -
sehingga tiba di sebuah istana. Ia masuk melalui pagar besi berpaku
tanpa sebarang halangan dan berdiri di sisi sebuah ranjang , dan ketika
ia menyentuh dahi si Lena, lelaki itu membuka kelopak matanya dan
memandang dengan penuh ketakutan.

Melihat bayangan Sang Maut di hadapannya, dia menjerit dengan suara
ketakutan bercampur aduk kemarahan, “Pergilah kau dariku, mimpi yang
mengerikan! Pergilah engkau makhluk jahat! Siapakah engkau ini? Dan
bagaimana mungkin kau memasuki istana ini? Apa yang kau inginkan?
Tinggalkan rumah ini dengan segera! Ingatlah, akulah tuan rumah ini.
Nyahlah kau, kalau tidak, kupanggil para hamba suruhanku dan para
pengawalku untuk mencincangmu menjadi kepingan!”

Kemudian Maut berkata dengan suara lembut, tapi sangat menakutkan, “Akulah kematian, berdiri dan tunduklah padaku.”

Dan si lelaki itu menjawab, “Apa yang kau inginkan dariku sekarang,
dan benda apa yang kau cari? Kenapa kau datang ketika urusanku belum
selesai? Apa yang kau inginkan dari orang kaya berkuasa seperti aku?
Pergilah sana, carilah orang-orang yang lemah, dan ambillah dia! Aku
ngeri melihat taring-taringmu yang berdarah dan wajahmu yang bengis,
dan mataku sakit menatap sayap-sayapmu yang menjijikkan dan tubuhmu
yang meloyakan.”

Namun selepas tersedar, dia menambah dengan ketakutan, “Tidak,
tidak, Maut yang pengampun, jangan pedulikan apa yang telah kukatakan,
kerana rasa takut membuat diriku mengucapkan kata-kata yang
sesungguhnya terlarang. Maka ambillah longgokan emasku semahumu atau
nyawa salah seorang dari hamba-hambaku, dan tinggalkanlah diriku… Aku
masih mempunyai urusan kehidupan yang belum selesai dan berhutang emas
dengan orang. Di atas laut aku memiliki kapal yang belum kembali ke
pelabuhan, permintaanku..jangan ambil nyawaku… Ambillah olehmu barang
yang kau inginkan dan tinggalkanlah daku. Aku punya perempuan simpanan
yang luarbiasa cantiknya untuk kau pilih, Kematian. Dengarlah lagi :
Aku punya seorang putera tunggal yang kusayangi, dialah sumber
kegembiraan hidupku. Kutawarkan dia juga sebagai galang ganti, tapi
nyawaku jangan kau cabut dan tinggalkan diriku sendirian.”

Sang Maut itu mengeruh,”Engkau tidak kaya tapi orang miskin yang tak
sedar diri.” Kemudian Maut mengambil tangan orang hina itu, mencabut
nyawanya, dan memberikannya kepada para malaikat di langit untuk
menghukumnya.

Dan Maut berjalan perlahan di antara setinggan orang-orang miskin
hingga ia mencapai rumah paling daif yang ia temukan. Ia masuk dan
mendekati ranjang di mana tidur seorang pemuda dengan kelelapan yang
damai. Maut menyentuh matanya, anak muda itu pun terjaga. Dan ketika
melihat Sang Maut berdiri di sampingnya, ia berkata dengan suara penuh
cinta dan harapan, “Aku di sini, wahai Sang Maut yang cantik. Sambutlah
rohku, kerana kaulah harapan impianku. Peluklah diriku, kekasih jiwaku,
kerana kau sangat penyayang dan tak kan meninggalkan diriku di sini.
Kaulah utusan Ilahi, kaulah tangan kanan kebenaran. Bawalah daku pada
Ilahi. Jangan tinggalkan daku di sini.”

“Aku telah memanggil dan merayumu berulang kali, namun kau tak jua
datang. Tapi kini kau telah mendengar suaraku, kerana itu jangan
kecewakan cintaku dengan menjauhi diri. Peluklah rohku, Sang Maut yang
dikasihi.”

Kemudian Sang Maut meletakkan jari-jari lembutnya ke atas bibir yang
bergetar itu, mencabut nyawanya, dan menaruh roh itu di bawah
perlindungan sayap-sayapnya.

Ketika ia naik kembali ke langit, Maut menoleh ke belakang — ke
dunia - dan dalam bisikan amaran ia berkata, “Hanya mereka? di dunia
yang? mencari Keabadianlah yang sampai ke Keabadian itu.”

Cinta

February 23rd, 2007 by nyoba

Kemarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat
dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri
dan kesucian cinta.
Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya
gelap. Sambil mengeluh dia berkata, “Cinta telah membuat suatu kekuatan
menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama.”

Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar menghampiri. Dengan suara
bagai menyanyi dia berkata, “Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang
ditumbuhkan dariku, yang rnenghubungkan masa sekarang dengan generasi
masa lalu dan generasi yang akan datang.’

Seorang wanita dengan wajah melankolis menghampiri dan sambil
mendesah, dia berkata, ‘Cinta adalah racun pembunuh, ular hitam berbisa
yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar-putar menembusi
langit sampai ia jatuh tertutup embun, ia hanya akan diminum oleh
roh-roh yang haus. Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat, diam
selama satu tahun dan mati untuk selamanya.’

Seorang gadis dengan pipi kemerahan menghampiri dan dengan tersenyum
dia berkata, “Cinta itu laksana air pancuran yang digunakan roh
pengantin sebagai siraman ke dalam roh orang-orang yg kuat,? membuat
mereka bangkit dalam doa di antara bintang-bintang di malam hari dan
senandung pujian? di depan matahari di siang hari.’

Setelah itu seorang lelaki menghampiri. Bajunya hitam, janggutnya
panjang dengan dahi berkerut, dia berkata, “Cinta adalah
ketidakpedulian yang buta. la bermula dari hujung masa muda dan
berakhir pada pangkal masa muda.’

Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar dan dengan bahagia
berkata, ‘Cinta adalah pengetahuan syurgawi yang menyalakan mata kita.
Ia menunjukkan segala sesuatu kepada kita seperti para dewa melihatnya.’

Seorang bermata buta menghampiri, sambil mengetuk-ngetukkan
tongkatnya ke tanah dan dia kemudian berkata sambil menangis, ‘Cinta
adalah kabus tebal yang menyelubungi gambaran sesuatu darinya atau yang
membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya yang berkelana di antara
batu karang, tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri yang
bergema di lembah-lembah.’

Seorang pemuda, dengan membawa sebuah gitar menghampiri dan
menyanyi, ‘Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar dari kedalaman
kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya.
Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah perarakan yang berjalan melewati
padang rumput hijau. Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang
diangkat dari kesedaran dan kesedaran.’

Seorang lelaki dengan badan bongkok dan kakinya bengkok bagai
potongan-potongan kain menghampiri. Dengan suara bergetar, dia berkata,
“Cinta adalah istirahat panjang bagi raga di dalam kesunyian makam,
kedamaian bagi jiwa dalam kedalaman keabadian.?

Seorang anak kecil berumur lima tahun menghampiri dan sambil tertawa
dia berkata, “Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku. Hanya ayah dan
ibuku yang mengerti tentang cinta.”

Waktu terus berjalan. Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat.
Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta. Semua
menyatakan harapan-harapannya dan mengungkapkan misteri-misteri
kehidupannya.

Adam air tidak meledak diudara ..pendapat luar biasa dari orang biasa

February 2nd, 2007 by nyoba

Mungkin bisa dijadikan salah-satu alternatif pencerahan soal Adam Air…

Oleh:

Canny Watae

warga biasa tinggal di Makassar

Saya tergerak untuk beranalisis mengingat semua analisis yang terpublikasi sejak kasus Adam Air ini terjadi belum ada yang menyertakan detil geografis, dalam artian mencocokkan informasi-informasi koordinat  Lintang dan Bujur dengan kondisi alam yang mendekati riil di lapangan. Juga, belum ada yang berusaha memasukkan kesaksian-kesaksian warga secara runut. Saya masih percaya kalau warga pedesaan kita cukup jujur. Orang-orang yang kelewat pintar saja yang salah mengambil kesimpulan dari kesaksian mereka.

Penemuan Tail Horizontal Stabilizer oleh nelayan Bakri di pantai Mallusetasi  Kab. Barru memang penemuan yang sangat penting. Tetapi, sejauh ini belum ada yang berteriak "Eureka!", seperti yang dilakukan Archimedes beberapa ribu tahun yang lalu ketika menemukan hukum berat jenis benda.  Bagi saya, yang iseng-iseng "mencari " pesawat nahas dengan nomor penerbangan KI-574  via layar komputer, temuan Pak Bakri memacu urat spontan saya berteriak Eureka!

Cross-wind 74 knot (130 km/jam) yang menimpa KI-574 seperti yang disampaikan Menhub Hatta Radjasa (Fajar, 5/1), plus kecepatan jelajah pesawat (Cruising Speed)  600-700 km/jam  menghasilkan resultan gaya yang cukup besar. Jika arah KI-574 adalah jam 12, maka Cross-wind ini datang dari arah jam 3 (menuju jam 9). Terjadi resultan sebesar antara akar kuadrat dari 600 kuadrat plus 130 kuadrat ( 613 km/jam) dan 700 kuadrat plus 130 kuadrat ( 712 km/jam)  dengan arah vektor sekitar jam 11. Arah pesawat bergeser. Fakta menunjukkan pesawat bergeser, Kokpit Adam Air KI-574 sempat meminta ATC Makassar memandunya karena pesawat berubah arah akibat dorongan angin. Dari posisi heading timur-laut, bergeser ke utara. Kemudian oleh ATC Makassar pesawat diminta kembali ke heading semula. Ketika pilot kembali heading timur laut dari posisi heading utara, pesawat bukan lagi kena cross-wind melainkan parallel-wind arah berlawanan. Arah vektor kecepatan pesawat nyaris berlawanan dengan arah angin. Resultan kecepatan pesawat terhadap angin adalah minimal 600 +  130 = 730 km/jam, dan maksimal 700 + 130 = 830 km/jam! Pengecekan saya pada alamat web http://uk.flyasiana.com/travelplanner/travelplanner_aircrafts.asp menunjukkan bahwa kecepatan jelajah maksimum B737-400 adalah 790 km/jam! My God,…. besar kemungkinan gerak relatif KI-574 terhadap angin lebih besar dari pada kecepatan maksimum yang diizinkan.

Tail Horizontal Stabilizer bisa saja menjadi komponen yang paling bekerja keras ketika KI-574 mencapai kecepatan jelajah maksimumnya. Apa tah lagi kondisi udara yang ditembus tidak karu-karuan. Mengapa Tail Horizontal Stabilizer kanan yang lepas? Karena dia-lah yang mengalami masa papar cross-wind hingga parallel-wind terlama. Angin cross sebelumnya datang dari arah kanan. Komponen ini terpental ke arah kiri, ke arah badan pesawat, yang memungkinkan badan pesawat sobek lalu berlubang. Perbedaan tekanan antara kabin dan atmosfer pada ketinggian di atas 30.000 kaki  menimbulkan efek hisap yang sangat kuat. Tatakan meja, sandaran jok, life-vest (pelampung), fiber penutup bagasi kabin, isi bagasi kabin, tas, bungkusan makanan, video-monitor di kabin penumpang, semuanya tersedot keluar. Fakta menunjukkan barang-barang tersebut sudah ditemukan para nelayan di perairan Barru dan Pangkep. Penumpang saya perkirakan sedang memakai seat-belt karena sedari awal cuaca jelek. Tidak ada penumpang yang tersedot ke atmosfer! Bakalan tidak ada pula jenazah yang ditemukan di perairan yang membentang sepanjang jazirah Sulawesi Selatan (Pinrang, Parepare, Barru, Pangep, Maros, dan Makassar). Fakta menunjukkan belum ada jenazah dari Adam Air KI-574 yang ditemukan di perairan ini.

Karena kebocoran kabin, pilot berusaha menurunkan ketinggian pesawat sesegera mungkin. Demi penumpang, ia berusaha terbang pada ketinggian yang memungkinkan penumpang bernapas tanpa alat bantu. Penurunan ketinggian yang mendadak ini menimbulkan efek sentakan pada bodi pesawat, mungkin mencapai minus 3G yang memicu trigger ELBA. Penurunan ketinggian ini juga membuat KI-574 tidak bisa terpantau radar. Fakta menunjukkan KI-574 hilang dari pantauan radar ATC Makassar.

Dalam kondisi terbang rendah, sekitar 8000 kaki  atau di bawahnya,  pesawat terus berusaha mengarah ke Manado (timur-laut). Pesawat melintasi perairan Pinrang/Polewali?Majene, lalu daratan Enrekang, kemudian sampai di atas Tana Toraja. Fakta menunjukkan Saul Palulungan (57 tahun) mendengar suara pesawat (Fajar, 5/1). Di Tana Toraja pilot melakukan manuver tajam ke kiri. Di kiri pesawat ada Bandara Pongtiku, kawasan Rante Tayo, kurang lebih 10 Km dari Makale. Sementara di kanan pesawat adalah Bulu (Gunung) Rante Kombala dan Bulu Rante Mario. Dalam keadaan kehilangan Tail Horizontal Stabilizer (belakangan juga beberapa bagian sayap kanan yang ditemukan di perairan Pinrang, mungkin Aileron yang bertanggung jawab pada gaya angkat pesawat), manuver pesawat sangat berat dan menimbulkan hentakan. Hentakan ini men-trig aktivasi sinyal ELBA. Fakta menunjukkan RCC Singapura sempat menangkap sinyal ELBA pada lokasi ini (Fajar, 3/1).

Usaha mendarat darurat di Bandara Pongtiku gagal. Pesawat susah dikendalikan untuk manuver-manuver halus mengingat salah satu Tail Stabilizer Horizontal, belakangan juga sayap kanan,  rusak. Ces-pleng, Bandara Pongtiku berada di daerah perbukitan sebagaimana lazimnya kontur Tana Toraja.

Pilot memutuskan untuk lurus, sebab pada arah lurus ini ada bandara Tampa Padang , Mamuju, Sulawesi Barat.

Dalam lintasan menuju Bandara Tampa Padang, KI-574 harus bermanuver melewati pegunungan, termasuk kawasan Matangnga. Banyak kesaksian warga yang menyatakan mendengar suara gemuruh dan ledakan sepanjang lintasan Toraja – Mamuju ini. Termasuk di antaranya Abu Haris yang kemudian di-cap berbohong. Padahal, ia sendiri tidak pernah menyatakan ada pesawat jatuh. Pernyataannya adalah "ada suara pesawat".

Di lepas pantai Mamuju, nelayan Baharuddin bersaksi pada Danlantamal VI Makassar bahwa ia melihat pesawat berbadan  biru laut melintas dari arah bandara Tampa Padang. Fakta menunjukkan bahwa warna pesawat Adam Air KI-574 bukanlah Oranye seperti lazimnya dalam display-display promosi Adam Air. Warnanya putih (Fajar, foto headline, 12/1). Warna biru laut yang dilihat Baharuddin sangat mungkin akibat pantulan air laut. Pesawat lagi-lagi tak berhasil mendarat di bandara alternatif. Tepat di atas kepala Baharuddin, pesawat belok kiri ke arah daratan Sulawesi. Jika kita memperhatikan peta rupa bumi, tampak bahwa daratan Sulawesi di depan KI-574 adalah pegunungan. Masuk akal ketika Baharuddin mengatakan pesawat kembali ke arah laut. Pesawat menghindari tabrakan dengan gunung. Pilot memilih ditching (mendarat di laut).

Posisi deteksi sonar KRI Fatahillah adalah 02.35.18 LS, 118.48.36 BT. Jarak antara Saksi Baharuddin dan posisi Sonar ini kurang lebih 12,5 KM. Artinya dengan asumsi tinggi mata saksi dari permukaan laut 2m, maka posisi di mana KRI Fatahillah mendeteksi adanya logam bulat, sudah tidak terjangkau lagi oleh Baharuddin. Posisi itu tertutup garis horizon jika dipandang dari tempat saksi berdiri. Saksi sendiri mengaku tidak melihat apakah pesawat tersebut jatuh atau tidak. Yang ada hanya terdengarnya suara gemuruh dan bunyi ledakan. Karena kecepatan suara adalah 340 m/detik, maka ledakan itu terjadi  12.500 / 340 = 37 detik sebelumnya. Antara posisi Saksi dan saat pesawat berbalik arah ke laut jaraknya 3 nm, dan dari posisi balik arah ini ke Sonar KRI Fatahillah 10 nm. Total lintasan pesawat dari Saksi hingga Sonar adalah 13 nm atau 25 km. Waktu tempuh jarak 25 km itu oleh pesawat dengan kecepatan 700 km/jam adalah 25/700 jam = 0,036 jam atau 128,5 detik. Jadi antara pesawat melintasi posisi saksi hingga saksi mendengar ledakan adalah 128,5 + 37 = 165,5 detik. Antara 2 hingga 3 menit. Persis seperti kesaksian Baharuddin pada Danlantamal VI Makassar. Secara ilmiah-matematis kesaksian Baharuddin bisa dipertanggungjawabkan.

Pesawat, menurut saya, ditching di lepas pantai Mamuju. Pilot Revri A. Widodo dan Co-Pilot Yoga berusaha maksimal. Namun, tanpa Tail Stabilizer Horizontal dan sayap kanan yang rusak, ditching tidak mulus. Pesawat turun  ke laut dengan sudut elevasi yang cukup besar. Mungkin saja 45 derajat.

Kesimpulan:

   1. Adam Air KI-574 jatuh di perairan Mamuju di sekitar lokasi deteksi sonar KRI Fatahillah.
   2. Adam Air KI-574 tidak meledak di udara
   3. Semua penumpang dan awak pesawat masih berada di badan pesawat, di dasar laut.

Prediksi:

   1. Serpihan Adam Air KI-574 berada di sekitar lintasan. Yang jatuh di laut akan terbawa arus ke pantai mulai dari lepas pantai Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, hingga Makassar termasuk pulau-pulau Spermonde (Pantai Barat Jazirah Sulawesi Selatan). Di darat di kawasan Pinrang, Enrekang, Toraja, Matangnga, dan Mamuju).
   2. Tidak akan ada jenazah penumpang yang ditemukan terdampar di pantai barat Jazirah Sulawesi Selatan (Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, dan Makassar).
   3. Serpihan dari dalam kabin penumpang semuanya berdimensi kecil, tidak melebihi besar lubang sobekan pada badan pesawat.

Satu hal perlu saya tambahkan. Pilot Revri dan Co-Pilot Yoga orang hebat. Dalam kondisi pesawat susah untuk dikendalikan, mereka masih sanggup mencari lokasi pendaratan yang aman bagi penumpangnya.

Semoga Tuhan Menyertai Kita Semua, dan Keluarga Korban Tabah. Amien.

Canny Watae

Warga Makassar

canny_watae@yahoo.co.uk

Susah!!

January 24th, 2007 by nyoba

Ternyata hidup ini tidak semudah yang seperti yang direncanakan yah?!?!? Berbagai masalah datang bertubi-tubi, mulai dari masalah keluarga yang ga pernah selesai, masalah nilai kuliah yang jeblok, ditambah sekarang aku bener-bener jadi pengangguran… Aku janji ama ibuku agar berhenti bekerja, serius kuliah… Aq nurut. Aq berhenti dari dua pekerjaan yang prospeknya lumayan. Tp aq ga tega ngeliat orang tuaku membanting tulang cm buat nyekolahin aku… Ingin banget hidup "lepas" dari orang tua… Secara financial.. Tp aq belum mampu… Tabunganku belum cukup… :( Dan aq ga punya penghasilan tetap sekarang. Ada rasa nyesel ngikutin kemauan ibuku, tp ya gmn lg ?!?!? Kl ga nurut ntar durhaka, kl nurut aq ga tega.. Aq pengen bener-bener lepas… Ga tega ngeliatnya.. Sekarang aq bener-bener hrs ngulang dr nol. Nyari kerjaan yg bener2 bisa bikin hidup..

SHIT!!!

December 15th, 2006 by nyoba

Kenapa sih masalah ga ada selesainya?!?!?!?!?! Belom selesai semua masalah, sekarang ketambahan satu lagi… Satu ideologi ku diinjak2 sama temen deketku.. Kepercayaan!!! Aku salah satu org yg susah mempercayai seseorang begitu aja, makanya aq slalu ngejaga kepercayaan org lain ma aq. Tp salah seorang sahabat yg dulu pernah deket, mencoreng mukaku dengan mengatakan klo aq tuh ember bocor… Dia bilang ma temennya klo aq pernah menceritakan curhatnya ama org laen.. Ngedenger itu aq bagai kesamber petir… Aq ngerasa ga pernah ngelakuin itu.. Aq ngerasa ideologiku dicabik2.. Aq berani mengklaim diriku sebagai org yg plg bisa dipercaya di dunia krn aq emg spt itu.. Tp pernyataannya bikin kuping bener2 panas.. mungkin aq pernah khilaf trs keceplosan.. tp itu suatu hal yg hampir diblg ga mungkin.. Dalam keadaan Mabok Berat pun aq msh bisa jg rahasia.. shit!!!!!!

Secercah Harapan pun Datang

December 7th, 2006 by nyoba

Hmmmm….
Aq mungkin bisa tersenyum bahagia saat ini.
Ada sedikit cahaya dalam kegelapan.
Ada sedikit sinar rembulan di kelam malam.. :-)
Sewaktu aq merenung, hati kecil ini blg, "Belum saatnya km nyerah. Kyknya msh ada harapan walaupun dikit…".
Aq mungkin seorang yg berkemauan keras, walau pun harapannya kecil, itu kan jg harapan yg patut diperjuangkan… :D
Semangatku ga sia-sia..
Kq aq dgr kbr dia ga jd jadian ma co itu..
Ktnya blom yakin..
YES!! Yepee…!!!
Aq ber-high five sendirian kyk penghuni RSJ Magelang…
Gpp… Toh aq emg udh gila, tergila2 ma dia.. :-p
Doakan Sukses yah… :D

Kumis Hitler

December 7th, 2006 by nyoba

Seusai Perang Dunia 2, ada tiga tentara yang masing-masing berasal dari Jepang, Amerika, dan Jerman. Mereka sedang berkumpul dalam sebuah patroli rutin. Ketika mereka berpatroli, ada seorang gadis memakai celana dalam berwarna putih, dan kebetulan ia sedang menstruasi. Tiba-tiba angin berhembus dan mengangkat rok si wanita, kontan tentara Jepang langsung hormat.

Kedua temannya bertanya heran.
Tentara Amerika & Jerman :mengapa kamu hormat ?
Tentara Jepang :saya melihat bendera saya berkibar !

Si gadis-pun marah mendengar percakapan ketiga tentara itu. Ia pun berniat mengganti celana dalam, kali ini dia menggunakan celana dalam bercorak bendera amerika. Ia pun lewat lagi kedepan para tentara itu. Hal yang tadi pun terulang lagi, angin yang kencang mengangkat roknya, kontan tentara amerika hormat.

Kedua temannya bertanya heran.
Tentara Jerman & Jepang :mengapa kamu hormat ?
Tentara Amerika :saya melihat bendera saya berkibar !

Si gadis-pun kembali marah mendengar komentar para tentara itu. Kali ini ia nekat mencoba untuk tidak memakai celana dalam. Ia pun lewat kedepan tiga tentara itu. Entah kebetulan atau apa, angin bertiup kencang sehingga mengangkat roknya, kontan tentara jerman pun hormat dengan khidmatnya.

Kedua temannya bertanya heran.
Tentara Amerika & Jepang :mengapa kamu hormat begitu ?
Tentara Jerman :saya melihat kumis hitler !

Sia-sia???

December 4th, 2006 by nyoba

wah, semua udah aq korbankan buat ngedapetin dia.. ternyata dia cm lg nunggu waktu bt jadian… :(( ujan2 aq sengaja dtg ke kosnya, ternyat dia udah saling suka ma co laen yg aq ga tau who’s the lucky man ?? emg kyknya aq ga bisa keluar dr 4-BI-D-N(4 Biksu DNCC)… :(( sia-sia ga sih sebenarnya semua yg udh aq kasih ke dia?!?!? GA!!! Ga ada di dunia ini yg sia2 diciptakan Allah… bahkan penyakit pun ada gunanya.. Aq ingat kisah Thomas Alfa Edison ketika sebelum menemukan bola lampu… dia gagal hmpr 100x.. ketika ditanya temannya, "Bagaimana rasanya gagal smp 100X ???". Edison menjawab, "Saya tidak gagal. Saya berhasil menemukan 100 benda yg tidak bisa dialiri listrik…". Jadi, sia-siakan semua pengorbanan aq slm ini???

Ya Ampun!!!

December 2nd, 2006 by nyoba

Ya ampun susah bgt yah..
nembak pertama dianggep becanda…
agak sakit sih digituin…
aq udh susah payah ngumpulin tenaga biar lidah ini ga kaku ngomong malah dianggep becanda…
tp aq ga nyerah gitu aj…
barusan aq mo nembak untuk yg kedua kalinya…
jauh2 aq dr kendal ke semarang cm mo bilang "I love U"
semua udah aq siapin sematang2nya,
aq beli sebuah boneka beruang lucu dibungkus kertas kado yg imut…
tak lupa setangkai mawar putih yg ku petik dr kebun kakakku…
setibanya di kos, dia malah ga ada… :((
ditelp ktnya ada acara pembubaran panitia…
klo kemaleman ga plg ke semarang, tidur di rumahnya ambarawa… :((
kecewa?!?!?!
PASTI… rasanya kecewa berat…
boneka beruang kini bergabung ama setumpuk sampah di samping kosnya…
mawar putih pun mengalir di selokan depan kosnya…
O, Tuhan…. apa aq emang ga pantas untuknya?!?!?!?!
buat bilang "aku mencintaimu" aja susahnya minta ampun…
apakah aq msh punya tenaga buat yg ketiga kalinya?!?!?!?! :((
berilah aq kekuatan utk menghadapi ini……